Rilis Album 'Manusia', Tulus Sajikan Warna Baru

Rilis Album ‘Manusia’, Tulus Sajikan Warna Baru

Rilis album “Manusia”, dengan tulus menghadirkan warna baru dan bahasa yang elegan

Rilis Album 'Manusia', Tulus Sajikan Warna Baru

Untuk merayakan 10 tahun berkiprah di industri musik Indonesia, Tulus baru saja merilis album terbarunya yang bertajuk Manusia. Album ke-5 ini tercipta dalam dua tahun terakhir.

Tulus juga mengungkapkan alasan penamaan album Manusia, karena album ini merupakan representasi dari lagu-lagu yang dikandungnya yang menceritakan berbagai dinamika emosi manusia.

“Dalam album Human ini menceritakan perbedaan dinamika yang kita rasakan sebagai manusia, jadi lagu-lagu yang ditulis di dalamnya juga berdasarkan cerita yang saya alami, cerita yang saya lihat, interaksi saya dengan orang lain, interaksi saya dengan orang lain. Saya sendiri. Semua itu dikemas menjadi album manusia,” kata Tulus saat konferensi pers virtual, Jumat (3 April).

1. Alami banyak perkembangan

Spesial
Dibandingkan dengan album-album sebelumnya, Tulus mengatakan album Human mengalami banyak perkembangan. Mulai dari menulis lirik hingga mengaransemen musik dan musisi yang terlibat.

“Selain berkembangnya cara pandang penulisan, aransemen album ini juga berkembang. Warna-warna di album ini juga baru dan itulah yang saya dan semua talent coba tawarkan,” kata Tulus.

2. Bahasa yang elegan

Spesial
Melalui album ini, Tulus juga menyuguhkan lirik yang lebih dewasa sekaligus menonjolkan keanggunan bahasa Indonesia. Ada 10 lagu dalam album ini dengan judul single berjudul Seventeen.

“Memang, eksplorasi saya dalam menulis lagu sangat menyenangkan. Human (album) ini fokus mengeksplorasi penggunaan bahasa Indonesia dalam segala bentuknya yang elegan,” ujarnya.

3. Alasan memberi warna biru

Spesial
Tidak hanya itu yang membedakan album ini, karena Tulus memberikan sentuhan warna biru pada cover albumnya. Seperti diketahui dari empat album sebelumnya, Tulus selalu menggunakan warna hitam, putih dan abu-abu.

“Karena album ini menawarkan warna baru dalam penulisan lirik dan aransemennya juga. Saat berdebat warna apa yang akan diwakili, kami memilih warna yang sebenarnya masih tumpang tindih dengan perjalanan kami sebelumnya, sehingga terasa seperti kemajuan tetapi terasa segar, sehingga lahirlah warna biru,” jelas Tulus.

4. Baru tapi tidak asing

Spesial
Meskipun warna baru, interpretasi baru dan gaya musik yang berkembang, album ini tidak mengubah karakter Tulus.

“Ketika saya merilis album baru saya selalu mencoba untuk menyajikan sesuatu yang baru, tetapi tidak terdengar asing. Jadi, teman-teman yang mendengarnya akan mendapatkan sesuatu yang baru, tetapi tetap tidak terasa asing di telinga mereka ketika mendengarnya, ” tutup Tulus.

Sumber :