teks-negosiasi

Teks Negosiasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Unsur

Pahami teks negosiasi

teks-negosiasi

Teks negosiasi merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang digunakan untuk mencapai kesepakatan antara pihak-pihak yang memiliki kepentingan berbeda (Indonesian Self-Expression and Academic, 2013: 134). Negosiasi tersebut bertujuan untuk mencapai kesepakatan antara pihak-pihak yang berbeda pendapat. Dalam teks negosiasi ini, diungkapkan perbedaan pendapat para pihak yang terlibat dalam diskusi.

Teks negosiasi ini sering digunakan dalam setiap kegiatan / kegiatan perdagangan, musyawarah atau pertemuan yang menghasilkan 1 (satu) keputusan yang diterima oleh semua pihak yang berkepentingan.

Dengan kata lain, makna teks negosiasi ini adalah teks yang merepresentasikan jalan tengah dari sejumlah ketidaksepakatan yang ada.

Jenis teks negosiasi

Teks negosiasi berisi yang berikut:

a. Sebuah. Negosiasi sesuai situasi

  • Negosiasi formal
    Negosiasi formal adalah negosiasi yang berlangsung dalam situasi formal. Ciri-cirinya adalah adanya perjanjian hukum yang sah secara hukum atau hitam putih. Dengan demikian, pelanggaran yang terjadi di bidang hukum dapat dibawa ke pengadilan. Contohnya seperti: negosiasi antara dua perusahaan.
  • Bukan negosiasi formal atau informal
    Negosiasi seperti ini bisa saja terjadi, dan kita sering bertemu kapanpun, dimanapun, dengan siapapun. Contohnya seperti: Negosiasi antara dealer dan pembeli. Negosiasi seperti ini tidak membutuhkan kesepakatan hukum khusus.

b. Negosiasi berdasarkan jumlah negosiator

  • Negosiasi dengan mediator
    Negosiasi ini dilakukan oleh dua atau lebih negosiator dan terdapat juga pihak perantara. Tugas mediator adalah mampu membuat keputusan akhir dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Contohnya seperti: proses hukum.
  • Negosiasi tanpa perantara
    Negosiasi ini dilakukan oleh dua (2) negosiator dan lebih banyak lagi tanpa perantara. Keputusan negosiasi tergantung pada pihak yang bernegosiasi. Contohnya seperti: Negosiasi antara perwakilan OSIS dan sponsor.

c. Negosiasi atas dasar untung dan rugi

  • Negosiasi kolaboratif (win-win)
    Dalam negosiasi tersebut, para negosiator berusaha untuk mencapai kesepakatan dengan mempertemukan semua kepentingan masing-masing pihak.
  • Negosiasi kekuasaan (menang-kalah)
    Dalam negosiasi ini, negosiator akan mendapatkan keuntungan besar dari keputusan yang diambil. Sementara itu, pihak lawan akan mendapat lebih sedikit keuntungan.
  • Akomodasi negosiasi (kalah-menang)
    Dalam negosiasi ini, negosiator hanya mendapat sedikit keuntungan, bahkan jika dia menderita kerugian. Di sisi lain, negosiasi memiliki keuntungan yang sangat besar bahkan bisa mencapai keuntungan hingga 100%.
  • Negosiasi Hindari Konflik (Kalah-Kalah)
    Dalam proses negosiasi tersebut, kedua belah pihak menghindari konflik yang muncul. Akibatnya, tidak ada kesepakatan untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Struktur teks negosiasi

Struktur teks negosiasi ini terdiri dari struktur umum, struktur negosiasi yang kompleks, dan struktur pihak bank.

Struktur negosiasi umum

Secara umum struktur negosiasi ini adalah sebagai berikut.

  • Negosiator: sebagai pembicara dan mitra bahasa.
  • Pembuka: Bagian ini adalah topik / pembukaan.
  • Isi: Bagian ini adalah inti dari diskusi negosiasi.
  • Kesimpulan: Bagian ini adalah pengambilan keputusan atau penyelesaian dari proses negosiasi.

Struktur Pihak Bank

Struktur bank adalah sebagai berikut.

  • Orientasi
  • pengajuan
  • Menawar
  • Persetujuan
  • Penutupan

Elemen Pembangun Teks Negosiasi

Di bawah ini adalah elemen-elemen dalam negosiasi, termasuk yang berikut ini.

  • Peserta, biasanya pihak yang mengajukan pengajuan dan penawar. Dalam beberapa negosiasi dalam menyelesaikan sengketa (masalah) atau konflik, terdapat ketiga partisipan yang berperan sebagai perantara, perantara atau pemandu.
  • Ada perbedaan kepentingan kedua belah pihak.
  • Ada kiriman serta penawaran.
  • Ada kesepakatan yaitu sebagai hasil negosiasi.
  • Tidak ada kesepakatan berarti tidak ada negosiasi.

Fitur Negosiasi

Teks negosiasi ini memiliki beberapa ciri yang terlihat dari isinya. Berdasarkan isinya, ciri teks negosiasi ini adalah sebagai berikut.

  • Berisi peserta yaitu pihak yang mengajukan pengajuan serta pihak yang mengajukan penawaran.
  • Dalam beberapa negosiasi dalam menyelesaikan masalah (konflik) atau perselisihan, terdapat peserta ketiga yang bertindak sebagai perantara, mediator, atau pemandu.
  • Berisi perbedaan minat masing-masing
  • Berisi kiriman dan penawaran.
  • Berisi kesepakatan hasil perundingan.

Aturan Bahasa Teks Negosiasi

Aturan bahasa teks negosiasi adalah sebagai berikut.

  • Gunakan bahasa yang sopan dan tidak menindas.
  • Menggunakan kalimat atau kalimat persuasif juga mempengaruhi orang lain.
  • Menggunakan kalimat argumentasi.

Cara Agar Negosiasi Berjalan Lancar

Adapun 6 (enam) tindakan yang dilakukan agar perundingan dapat berjalan dengan lancar adalah sebagai berikut.

  • Minta untuk membuat kesepakatan
  • Berikan alasan kenapa harus ada kesepakatan
  • Bandingkan beberapa opsi
  • Memperjelas dan juga menguji pandangan yang diungkapkan
  • Mengevaluasi kekuatan serta komitmen bersama
  • Menetapkan dan juga menegaskan kembali tujuan negosiasi.

Contoh teks negosiasi untuk pembuatan laporan magang

  • Oleh: Dewi Yasin dan Siti Ma’shumah
  • Setelah laboratorium fisika, kelompok berdiskusi tentang siapa yang akan menulis laporan magang.
  • Momo: Siapa yang akan menulis laporan ini di Laboratorium Fisika Gerak Sirkular? kamu
  • mungkin tidak?”
  • Opi: Bagaimana denganmu? Masalahnya adalah, saya telah melakukan banyak hal belakangan ini
  • Melaporkan.”
  • Momo: Ya, saya juga melakukan banyak pekerjaan di rumah.
  • Kakek: “Berapa biayanya?”
  • Momo: Ya misalnya menyeka, menyapu, mengerjakan PR, menyetrika, mencuci baju,
  • Dan banyak lagi. Anda laki-laki jadi pekerjaan Anda aman
  • Lebih ringan. “
  • Opi: Ya, benarkah. Tapi saya juga punya aktivitas penting sehari-hari. “
  • Momo: “Misalnya?”
  • Opi: “Main game, nonton film, baca komik, perbarui status.”
  • Momo: Iya, kalau bukan kegiatan besar, itu namanya.
  • Opi: Tapi itu bagian dari hidupku lho?
  • Momo: Baiklah. Apa yang Anda inginkan daripada membuat keributan? “
  • Opi: Saya tidak mau membuat laporan. Malas. Terserah Anda apa yang penting
  • jangan membuat laporan! Memperbaiki! “
  • Momo: Ya! Oke kalau begitu saya akan laporkan dan bagian Anda sudah habis
  • Cetak itu. Gunakan uang Anda sendiri. Bagaimana? BAIK?”
  • Kakek: “Hebat!”

Perdebatan akhirnya berakhir damai dengan keputusan Momo sebagai penulis laporan dan Kakek sebagai pencetak laporan.

Demikian penjelasan teks negosiasi, pengertian, struktur, elemen, sifat dan contoh. Semoga apa yang telah dikatakan tentang teks negosiasi tersebut dapat bermanfaat untuk teman-teman semua. Terimakasih banyak.

Sumber :