Psikolog-Bagaimana-Merancang-Program-Pembelajaran-untuk-Anak-Berkebutuhan-Khusus

Psikolog: Bagaimana Merancang Program Pembelajaran untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Pengembangan program pembelajaran yang tepat bagi anak berkebutuhan khusus diperlukan untuk mengoptimalkan potensi mereka dan membantu anak berkebutuhan khusus menghadapi tantangan dalam proses tumbuh kembangnya.

Psikolog-Bagaimana-Merancang-Program-Pembelajaran-untuk-Anak-Berkebutuhan-Khusus

Menurut Psikolog Klinis Sekolah Cikal, Hilda Rosa Ainiyah sangat penting bagi orang

tua ketika melihat gejala atau tanda gangguan atau keterlambatan fase tumbuh kembang anak agar semua potensi tetap dapat dikembangkan, ditingkatkan dan dioptimalkan.

“Sangat penting untuk memperhatikan apakah anak itu terlambat atau terganggu. Apa bedanya? Keterlambatan ini dapat menyebabkan anak mencapai tingkat perkembangan tertentu, tetapi lebih lambat dari usia yang seharusnya. Gangguan artinya anak terbatas dalam mencapai suatu tingkat perkembangan,” ujarnya pada sesi Cikal. Diskusi Pengaruh Latihan dan kemampuan bahasa terhadap kesiapan sekolah.

Baca Juga: Cara Membangun Motivasi Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Selama PYY

Selain itu, orang tua juga harus memilih sekolah dengan konsep pembelajaran

yang sesuai untuk anak berkebutuhan khusus.

Sebagai sekolah inklusi, Sekolah Cikal dan PAUD Rumah Cikal Utama menerapkan 4 tingkatan penilaian untuk mengembangkan program pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Hilda menjelaskan bahwa di Cikal hasil pemeriksaan psikologi atau dokter, observasi, tes tahap grading dan metode pembelajaran, serta wawancara dengan siswa dan orang tua siswa guna merancang desain pembelajaran yang tepat.

“Pertama kami menerima hasil pemeriksaan psikologi dari tim program

dan mempelajari hasil laporan psikotes anak. Tentunya berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi ini resmi dari dokter anak atau psikolog. observasi atau pengamatan terhadap siswa selama belajar.Ketiga, kami melakukan tes.Tes penempatan meliputi fase belajar, metode pembelajaran dan kelompok melalui proyek sederhana untuk menggali lebih dalam informasi tentang potensi belajar dan kebutuhan anak, kata Hilda.

Baca juga: Belajar Coding Gratis dari DQLab UMN Untuk Mahasiswa, Ayo Daftar

Cakupan cakupan yang diperoleh dari hasil evaluasi terdiri dari program pembelajaran ramah anak, tingkat pembelajaran, metode, tujuan pembelajaran hingga dimensi yang diperuntukan bagi anak.

“Kunci pemenuhan kebutuhan anak berkebutuhan khusus adalah memetakan desain pembelajaran dan memastikan kurikulum sekolah sudah benar. Semakin personal, semakin spesifik kebutuhan dan kemampuan anak yang diasah dan terpenuhi,” pungkasnya.

LIHAT JUGA :

greenlifestyle.or.id
kopertis2.or.id
rsddrsoebandi.id
ktb-mitsubishimotors.co.id
topijelajah.com
mesinmilenial.com