apple-pajak

Apple kenai pajak 10 persen bagi pengguna di Indonesia

Apple memungut pajak 10 persen untuk pengguna di Indonesia

apple-pajak

Apple telah mengumumkan akan mengenakan pajak penjualan 10 persen untuk pengguna di Indonesia.

“Ketika pajak atau nilai tukar berubah, terkadang kami harus memperbarui harga di App Store,” tulis Apple di situs resminya.

“Dalam beberapa hari ke depan, harga aplikasi dan pembelian dalam aplikasi (tidak termasuk langganan perpanjangan otomatis) di App Store akan naik.”

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu mengatakan, pengguna di Indonesia akan dikenakan pajak penjualan sebesar 10% jika menggunakan aplikasi dari pengembang yang berbasis di luar Indonesia.

Segera setelah perubahan berlaku, bagian “Harga” dan “Ketersediaan” dari “Aplikasi Saya” akan diperbarui dan aplikasi yang saat ini digunakan akan disesuaikan dan ditagih dengan harga sebelum pajak.

Pengguna dapat mengubah aplikasi dan pembelian dalam aplikasi (termasuk perpanjangan otomatis langganan) di App Store Connect.

Penyesuaian harga tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di sejumlah negara lain, antara lain Brasil, Kolombia, India, Rusia, dan Afrika Selatan. Di India, Apple meningkatkan retribusi sebesar 2 persen di atas pajak barang dan jasa yang ada sebesar 18 persen.

Harga aplikasi dan pembelian dalam aplikasi (tidak termasuk langganan yang dapat diperpanjang secara otomatis) juga akan disesuaikan di Islandia dan Albania.

Sementara itu, pada awal Juli lalu, melalui Kementerian Keuangan, pemerintah Indonesia menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48/PMK.03/2020 sebagai dasar pengenaan tarif PPN 10 persen kepada pelanggan atau konsumen layanan digital.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah mempekerjakan enam perusahaan digital untuk memungut PPN, yaitu Amazon Web Services Inc, Google Asia Pacific Pte. Ltd, Google Ireland Ltd, Google LLC, Netflix International B.V. dan Spotify AB. (jpnn / fajar)

Sumber :