Ambigu-definisi-properti-jenis-faktor-contoh

Ambigu: definisi, properti, jenis, faktor, contoh

Pemahaman yang ambigu

Ambigu adalah makna yang tidak pasti dan jelas untuk dipahami, terlepas dari apakah itu diungkapkan oleh seseorang dalam bentuk kata-kata atau dalam arti kata-kata yang menyebabkan kebingungan atau multitafsir. sehingga menimbulkan keraguan atau ambiguitas bagi orang lain. Sebuah kata atau frase biasanya menjadi ambigu karena struktur kalimat yang salah, intonasi, dan penggunaan kata polisemik.
Menurut para ahli mengerti

Ambigu-definisi-properti-jenis-faktor-contoh
1. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah ambigu adalah jenis kata sifat yang memiliki lebih dari satu arti atau memiliki banyak arti. Hal ini menimbulkan ambiguitas, keraguan dan ambiguitas dalam memahami suatu hal atau kalimat.
2. Whitman dan Yager

Ambigu adalah sesuatu atau kalimat yang memiliki lebih dari satu interpretasi normal. Ketidakjelasan ini mudah diragukan dan sulit dipahami orang lain karena memiliki makna ganda. Penyebab ambiguitas ini adalah intonasi yang tidak tepat, struktur kalimat yang salah dan penggunaan kata-kata yang bersifat polisemik.
Baca lebih lanjut: Rubrik adalah

3. Pemahaman yang ambigu secara etimologis

Secara etimologis, istilah ambigu ini berasal dari bahasa Latin “ambiguus”, yang berarti tidak pasif atau terus bergerak dari satu sisi ke sisi lain. Ketidakjelasan ini juga dimaknai sebagai situasi yang menimbulkan keraguan.
4. Crane, Yeager, dan Whitman

Menurut Crane, Yeager, dan Whitman, makna ambigu adalah hal (kalimat) yang memiliki interpretasi lebih dari biasanya.
Ciri-ciri kalimat tersebut ambigu

Memiliki 2 arti, meskipun diartikan setelah mengubah urutan kata.

Ini membingungkan orang lain dan tidak dapat dipahami.
Biarkan keraguan muncul atau beberapa pemasok salah menafsirkan dan tidak setuju dengan apa yang dimaksud (salah tafsir).
Karena kalimatnya yang kurang tepat, tidak ada makna yang jelas.

Jenis kalimat ambigu
1. Ambiguitas fonetik

Ambiguitas fonetik adalah jenis ambiguitas yang pengucapannya sama. Kita sering mendengar ambiguitas fonetik dalam percakapan sehari-hari, tetapi kita tidak menyadarinya.

Contoh kata: Shinta datang untuk menceritakan

Penggunaan frasa itu aneh karena penggunaan kata tahu. Kata tahu membuat kalimat di atas memiliki arti ganda. Kata tahu yang tertulis berarti makanan atau tahu yang artinya proses pemberian informasi. Jadi ketika kita menjumpai jenis kalimat ambiguitas fonetik, kita harus mendengarkan dengan cermat dan memahami kalimat secara menyeluruh dan lengkap dalam percakapan untuk memahami makna sebenarnya yang sedang disampaikan.
2. Ketidakjelasan tata bahasa

Ambiguitas gramatikal adalah jenis ambiguitas yang terjadi karena proses pembentukan gramatikal. Secara umum, jenis ambiguitas ini menghilang ketika ditempatkan dalam konteks kalimat.

Contoh kata:

Angkat kaki; Dalam hal ini, kata “angkat kaki” dapat memiliki makna ganda, yaitu (1) orang yang mengangkat kakinya di atas meja dan (2) orang yang diusir. Kebingungan dalam kata tersebut menghilang ketika kata “tertabrak tangga” ada dalam sebuah kalimat.
Baca lebih lanjut: Paragraf Ineratif

Ia pun harus bersiap keluar rumah.
Angkat kakimu sebentar, aku mau mengepel lantai dulu.

3. Ambiguitas leksikal

Ambiguitas leksikal adalah jenis ambiguitas yang terjadi dalam kata-kata. Dalam bahasa apapun, khususnya bahasa Indonesia, banyak kata yang memiliki lebih dari satu arti. Mari kita lihat contoh berikut ini.

Contoh kata

Kata ambigu = “hati”

Kata ini bisa berarti alat pencernaan atau tempat di mana perasaan hidup. Contoh penggunaan kalimat:

Hati merupakan alat pencernaan yang berfungsi sebagai penghasil empedu.
Hati itu sangat bahagia saat menerima hadiah.

Faktor Yang Menyebabkan Ambiguitas
1. Faktor morfologi

Faktor pertama yang menyebabkan morfologi adalah morfologi, yaitu penyebab yang muncul dari terbentuknya kata itu sendiri.
contoh

Pen Budi dibawa oleh Didi. Kalimat ini bisa berarti:

Tanpa sengaja Didi membawa pulpen Budi
Didi sengaja membawa pulpen Budi

Pada kalimat kedua terlihat bahwa makna kata tersebut sengaja diubah bentuknya menjadi terbawa suasana secara tidak sengaja. Contoh ini menunjukkan bahwa ambiguitas dapat disebabkan oleh terbentuknya kata-kata dalam sebuah kalimat.
2. Faktor urutan kata / sintaksis

Faktor sintaksis merupakan penyebab ambiguitas yang muncul akibat pengubahan kata pada suatu kalimat.

Contoh:

“Ditto adalah pria yang

 

LIHAT JUGA :

https://rollingstone.co.id/
https://www.gurupendidikan.co.id/
https://www.dosenpendidikan.co.id/
https://www.kuliahbahasainggris.com/
https://www.sekolahbahasainggris.co.id/
https://www.ilmubahasainggris.com/
https://www.dulurtekno.co.id/
https://teknosentrik.com/
https://www.mobifrance.com/